Menggapai Keberkahan Waktu di Tengah Berbagai Kesibukan

Standard

PENDAHULUAN

Assalamu’alaykum rekan-rekan pembaca blog saya, apa kabar?
Semoga senantiasa bahagia dan ceria. Pada kesempatan ini saya ingin berbagi sedikit mengenai renungan dari dialog dengan beberapa senior saya di UQ, yang in syaa Allah sangat relevan dengan masalah kehidupan sehari-hari dimana kita merasa begitu dikejar-kejar oleh berbagai tuntutan dunia.

CUPLIKAN DIALOG TENGAH HARI

Berikut dialog siang-siang yang dilakukan tempo hari. Mengingat keterbatasan ingatan saya, walaupun dialognya tidak sama persis tetapi intinya kurang lebih sama. Demi menjaga privasi, saya samarkan nama dua senior saya tersebut dengan nama “mas Gokil” dan “mas Keren”.

Mas Keren     : Eh mas Gokil, kemana aja mas? lama banget gak main badminton nih.

Mas Gokil      : Saya sekarang sama istri disuruh untuk menghabiskan waktu keluarga kalau weekend e, mas Keren. Soalnya dulu kakek dari anak saya, kurang memiliki waktu untuk keluarga karena berbagai kesibukan. Jadi kakek saya gak ingin hal itu terulang kembali kepada cucunya, jadi istri saya meminta untuk menghabiskan weekend bersama keluarga. Supervisor saya juga bilang, kalau weekend masih nulis disertasi, berarti manajemenmu gak beres. Continue reading

Advertisements

Refleksi 7 Bulan Kuliah Di Brisbane, Australia (Hal-hal yang Menyenangkan) Bagian 1

Standard

A. PENDAHULUAN

Assalamu’alaykum teman-teman pembaca semua, apa kabarnya hari ini?
Semoga sehat dan bahagia selalu ya, terlepas dari berbagai duka yang ada dan kian mendera, hahaha. Jadi pada kesempatan kali ini saya hendak cerita sedikit tentang bagaimana kehidupan yang saya rasakan selama berkuliah 7 bulan di Australia ini, di The University of Queensland (UQ) khususnya. Sebenarnya yang melatarbelakangi saya untuk menulis adalah karena pikiran saya mulai “berantakan” dan rasanya menulis adalah salah satu cara untuk menata ulang kembali pikiran saya. Kedua, banyak juga teman atau saudara yang menanyakan, “Gimana di Australia? enak gak? kuliahnya susah gak? udah dapet gebetan belum? kapan nikah?”. Yang terakhir, sebagai sarana untuk bersyukur dan memotivasi diri sendiri, syukur-syukur juga bisa memotivasi orang lain, haha.

Supaya lebih sistematis, tulisan ini saya bagi menjadi tiga garis besar, yang intinya hal-hal yang menyenangkan, kurang menyenangkan, tantangan yang ada dan bagaimana upaya yang saya perjuangkan untuk mengatasi tantangan tersebut. Namun bagian ini hanya memaparkan mengenai hal-hal yang menyenangkan saja, sedangkan bagian lainnya akan saya sambung di tulisan selanjutnya.

DISCLAIMER: Tulisan ini bersifat sangat subjektif dan tidak ada maksud untuk menjelek-jelekan atau memandang rendah suatu apapun, ini semua hanyalah berdasarkan sudut pandang pribadi dan jurusan yang saya jalani sekarang (Master of Geographic Information Science – MGIS). Continue reading

Toleransi Ketika Berjabat Tangan Pada Prosesi Wisuda di UQ

Standard

 

Assalamu’alaykum teman-teman semua, lama tak menulis di blog, akhirnya kesampaian juga untuk nulis lagi. Tulisan ini akan membahas mengenai prosesi wisuda di The University of Queensland (UQ), khususnya ketika wisudawan/wisudawati menerima penghargaan akademik secara simbolis yang diawali dengan berjabat tangan dengan petinggi Universitas (lihat Video di atas). Continue reading

Secercah Kisah Menggapai LPDP Bagian 5 – Tips untuk Tes Substantif (Wawancara)

Standard

A. PENDAHULUAN

Assalamu’alaykum teman-teman pembaca, terima kasih sudah mampir ke blog saya. Postingan kali ini merupakan lanjutan dari postingan sebelumnya (tips LGD dan Essay OTS). Menurut kabar burung, tes wawancara merupakan hal yang paling menentukan diantara bagian lainnya. Rumor untuk tes wawancara, mulai tahun 2016 akan dilakukan dalam bahasa Inggris (bagi pendaftar luar negeri/LN) dan bahasa Indonesia (bagi pendaftar dalam negeri / DN), tetapi kenyataan yang saya temui di Batch II 2016, wawancara tidak selalu dilakukan sesuai aturan tersebut, jadi tergantung interviewer-nya, ada yang full English, ada juga yang 75% English : 25% bahasa Indonesia, ada juga yang 50:50, walaupun ada kecenderungan untuk yang LN menggunakan bahasa Inggris secara dominan. Pada kasus saya, saya mendapat kesempatan interview full English selama kurang lebih 1 jam, tapi asyik karena diselingi canda tawa juga…hehe 🙂 Continue reading

Secercah Kisah Menggapai LPDP Bagian 4 – English for LPDP Purpose

Standard

A. PENDAHULUAN

Assalamu’alaykum rekan-rekan pembaca semua, bagaimana kabarnya? Semoga sehat selalu ya ^_^. Artikel ini merupakan kelanjutan dari kisah saya sebelumnya (Tips untuk tes substantif LGD dan essay OTS). Artikel kali ini membahas mengenai tips untuk belajar bahasa Inggris dalam konteks seleksi LPDP yang sepenuhnya merupakan pandangan subjektif saya sehingga dapat dikatakan tidak sepenuhnya benar, tetapi harapannya dapat menjadi alternatif dalam belajar Bahasa Inggris guna mempersiapkan tes substantif beasiswa LPDP.

Mulai tahun 2016, kemampuan Bahasa Inggris pendaftar tujuan luar negeri (LN) banyak sekali diujikan dalam LPDP mulai dari LGD, Essay OTS, dan bahkan wawancara. Pada dasarnya selain membutuhkan sertifikat Bahasa Inggris seperti TOEFL, IELTS, dsb, menurut saya pelamar LPDP khususnya yang tujuan LN sangat dianjurkan sekali untuk menguasai bahasa Inggris yang berkaitan dengan konteks rencana studi, bidang ilmu yang akan diambil, dan isu-isu nasional. Continue reading

Secercah Kisah Menggapai LPDP Bagian 3 – Tips untuk tes substantif (LGD dan essay OTS)

Standard

A. PENDAHULUAN

Assalamu’alaykum kawan-kawan semuanya? Bagaimana kabarnya? Semoga sejahtera selalu ya ^_^

Postingan ini merupakan kelanjutan dari postingan sebelumnya membahas tentang tips mencari perguruan tinggi sehingga pada kesempatan ini saya akan memberi sedikit gambaran dan tips untuk tes substantif (kelanjutan dari tahap tes administratif) khususnya mengenai leaderless group discussion (LGD) dan essay on the spot (EOTS).  Continue reading

SECERCAH KISAH MENGGAPAI LPDP BAGIAN 2 – TIPS ALTERNATIF MENCARI PROFESOR-EXPERT, JURUSAN, DAN PERGURUAN TINGGI

Standard

A. PENDAHULUAN

Assalamu’alaykum kawan-kawan semua, bagaimana kabarnya? Semoga senantiasa bahagia ^_^. Ini adalah kelanjutan dari kisah saya dalam menggapai beasiswa LPDP sebelumnya (tentang selayang pandang dan seleksi administratif). Pada kesempatan kali ini saya akan sedikit berbagi pengalaman dan tips dalam mencari professor-expert, jurusan, dan universitas untuk konteks beasiswa LPDP. Mengapa saya katakan untuk konteks LPDP? Karena setiap beasiswa dapat memiliki regulasi yang berbeda antara satu dengan yang lain. LPDP membolehkan kita untuk memilih tempat dimana kita akan melanjutkan studi, asalkan perguruan tinggi (PT) tujuan kita masuk dalam daftar LPDP. Kampus-kampus yang masuk dalam tujuan LPDP merupakan kampus-kampus yang memiliki peringkat tinggi, baik dalam negeri maupun di luar negeri. Adapun daftar PT tujuan LPDP dapat dilihat di sini.

Kita harus benar-benar melakukan kepo abiz terhadap tempat studi lanjut mengingat LPDP berasal dari uang rakyat. Tentunya kita tidak ingin masuk ke neraka karena ketidaktanggungjawaban kita dalam memberi feedback terhadap apa yang didapat dari rakyat. Oleh karena itu, kita harus benar-benar memilih tempat studi yang memiliki kualitas yang benar-benar baik dan benar-benar bisa menunjang minat kajian kita, baik untuk dalam negeri maupun luar negeri. Harapannya nanti kita bisa memberi timbal balik kepada rakyat yang nilainya jauh melebihi dari apa yang telah kita dapat dari rakyat. Continue reading